Berhati-hatilah membenci seseorang karena bisa-bisa Anda malah jatuh cinta padanya. Benci tapi Rindu, begitu kata Diana Nasution dalam lagunya. Jadul…!


Berhati-hati juga kalau Anda terlalu sering bersama dengan seseorang, bisa-bisa Anda jadi terbiasa dan malah jatuh cinta padanya. Seperti kata pepatah Jawa, witing tresno jalaran soko kulino. Yang artinya…Tanya saja sama temanmu yang berasal dari Jawa, karena bertanya padaku adalah hal yang mustahil.


Dua hal di atas, pernah terjadi pada teman kuliahku. Sebut saja namanya Kumbang dan Bunga.Ah…lebih baik diganti saja namanya, nanti jadi seperti berita pemerkosaan. Baiklah, katanya nama tokoh yang populer saat ini adalah Farrel dan Kayla. Jadi … kita panggil saja mereka berdua dengan nama itu.


Farrel dan Kayla, satu universitas dengan saya. Satu angkatan, satu jurusan, satu kelas, dan satu kelompok. Mereka berdua, dengan saya dan teman-teman lain tentunya, bertemu setiap hari kuliah. Dan setiap kali bertemu, mereka berdua pun akan saling meledek, kemudian berantem (meski tidak sampai adu jotos). Rasanya, kuliah jadi terasa tidak sah kalau tidak mendengar mereka bertengkar. Pertengkaran itu terus-menerus terjadi sampai kami semua lulus.Tapi entah kenapa, meskip un bertengkar terus, mereka tidak pernah bermusuhan. Ibaratnya, pertengkaran sehari cukuplah untuk sehari. Dilanjutkan besok, dan besok, dan besok lagi.


Saya tidak pernah menyangka apa yang terjadi kemudian. Tanpa pernah mendengar kabar kalau mereka pernah terlibat dalam hubungan percintaan, tiba-tiba saja undangan pernikahan mereka sampai di tanganku. Yang benar saja, padahal Kayla dan saya pernah punya cerita tersendiri (tidak terima kenyataan mode ON).Tapi itulah yang terjadi, bertahun-tahun mereka habiskan hanya untuk bertengkar , saling mencela, dan saling membenci. Dan bertahun-tahun ke depan akan mereka habiskan sebagai pasangan suami istri. Awal yang aneh memang. . .


Jadi hati-hatilah, kawan! Atau akan terjadi hal-hal yang diinginkan..


Hal yang sama juga terjadi dengan Heaven dan Brady.Maksudnya, mereka bertemu dalam situasi yang aneh dan mereka pun mulai saling membenci.Sejumlah kejadian yang mereka alami membuat Heaven menganggap Brady sebagai orang yang goblok, sementara Brady menganggap Heaven sebagai perempuan gila.Nasib mereka juga lumayan mirip, dalam pekerjaan (Heaven lebih parah) dan percintaan (Brady lebih parah). Sifat mereka yang sama-sama konyol membuat cerita berjalan dengan bumbu-bumbu kelucuan.Tapi apakah semua itu bisa membuat mereka akhirnya saling jatuh cinta dan menikah? Maksudku, input yang sama tidak selalu menghasilkan output yang sama karena masih harus bergantung pada prosesnya.


Baiklah, mungkin Anda akan berpikir kalau ide ceritanya pasaran. Saya setuju, memang pasaran. Tapi, gaya bercerita Caprice Crane membuatnya sama sekali tidak murahan. Boleh pasaran, tapi tidak murahan. Dan bukan bermaksud promosi (percayalah..), buku ini cukup menarik untuk saya. Memang tidak membuat hatiku berbunga-bunga, tapi membuatku tersenyum saat menikmatinya.


Stupid and Contagious adalah buku pertama dari Caprice Crane. Kisah Heaven dan Brady dalam buku ini didukung juga dengan elemen musik dan film.Jadi jangan heran, kalau tiba-tiba Anda akan menemukan banyak judul lagu, nama grup band, judul film, dan nama-nama pesohor dalam buku ini. Pearl Jam, Bruce Springsteen, Nirvana, dan nama-nama lainnya. Mendengar nama Nirvana, saya yakin judul buku ini mengingatkan Anda pada lirik dari satu lagu mereka.


Membaca buku ini seperti mendengarkan Heaven dan Brady bercerita bergantian. Dalam artian, mereka tidak membuat cerita dalam versi masing-masing. Tapi mereka bercerita secara bergantian untuk saling melengkapi dan membuat sebuah yang utuh. Bagia Anda yang sudah membaca “Tanah Tabu”, pasti segera mengerti maksud saya.


Kisah dalam buku ini tidak melulu soal lagu, film, dan petengkaran mereka. Tapi juga tentang bagaimana Heaven dan Brady berusaha untuk meraih impian masing-masing. Bagaimana kenyataan hidup kadang-kadang sangat menyesakkan sebelum akhirnya mereka menemukan apa yang mereka butuhkan. Bagaimana mereka harus menjalani pekerjaan dan hal-hal yang membuat mereka muak sebelum akhirnya mendapatkan pekerjaan yang mereka impikan.


Bersifat konyol memang tidak selalu berakhir pahit, tapi juga tidak selalu berakhir manis. Bagaimana dengan Heaven dan Brady? Pahit kah? Manis kah? Hmmm, sepertinya bittersweet.